|
Dengan Ikhlas Kita Belajar Untuk Bersabar |
|
Dikirim oleh Futsuke Shinju
|
|
Sunday, 10 February 2008 |
|
Decak dan kagum ku muncul saat berjumpa dengan orang tua renta dengan riasan rambut yang telah memutih. Mereka bercerita banyak kehidupannya yang telah dijalaninya. Begitu tegarnya mereka menghadapi berbagai rintangan kehidupan. Kekaguman semakin besar saat mereka menanti sang buah hati sekian lama dan tak kunjung tiba. Kesabaran disertai dengan keikhlasan dan kepasrahan yang mereka punya itulah kunci keberhasilan dalam mengarungi kehidupan dengan segala kerikil tajam yang mesti disingkirkan dalam perjalanan hidupnya. Lalu bagaimana dengan kita ? |
|
Last Updated ( Thursday, 14 February 2008 )
|
|
Baca selanjutnya...
|
|
|
Rasulullah Menganjurkan Berolah Raga |
|
Dikirim oleh bayu aryotomo(by:she@b@y)
|
|
Sunday, 27 January 2008 |
|
ADANYA kesan bahwa agama Islam "mengharamkan" olah raga sehingga negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, tidak memiliki prestasi menonjol di bidang olah raga. Padahal, sesungguhnya tidak demikian. Nabi Muhammad saw, menurut sebuah hadis riwayat Imam Bukhari, menganjurkan para sahabatnya (termasuk seluruh umat Islam yang harus mengikuti sunnahnya) agar mampu menguasai bidang-bidang olah raga. Terutama berkuda, berenang, dan memanah. Tiga jenis olah raga yang dianjurkan Nabi Muhammad saw itu, dapat dianggap sebagai sumber dari semua jenis olah raga yang ada pada zaman sekarang. Ketiganya, mengandung aspek kesehatan, keterampilan, kecermatan, sportivitas, dan kompetisi. |
|
Last Updated ( Thursday, 07 February 2008 )
|
|
Baca selanjutnya...
|
|
|
Dikirim oleh w13
|
|
Sunday, 20 January 2008 |
|
Soekarno tak akan pernah melupakan peristiwa ini. Pada 26 Mei 1926, di Bandung, Soekarno sedang mengikuti upacara wisuda. Selain Soekarno, ada tiga mahasiswa bumputera lainnya yang hari itu ikut diwisuda. Ketika giliran maju ke depan untuk menerima ijazah sebagai insinyur, Soekarno berhadapan muka dengan Profesor Klopper, Rektor magnificus Technische Hoogeschool (Sekolah Tinggi Teknik yang menjadi cikal bakal Institut Teknologi Bandung). Sang Profesor menyalami Soekarno muda yang ketika itu baru berusia 25 tahun. Pada kesempatan itulah Profesor Klopper berkata dengan setengah berbisik: “Soekarno, een diploma is een vergangkelijk stuk papier. Het is niet onsterfelijk! Bedenk dat alleen het karakter van een mens eeuwig is. De herimnering daaraan duurt voort, lang nadat hij is gestorven.” Prof. Kloeper menasehati bahwa ijazah adalah ijazah (ketika itu lazim disebut “bul”). Dia tak lebih sehelai kertas yang bisa jadi tak banyak menolong. |
|
Last Updated ( Monday, 21 January 2008 )
|
|
Baca selanjutnya...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>
|
| Results 1 - 4 of 25 |